2019, Sudah dan Nanti.

Tulisan saya yang kedua ini akan bahas RESOLUSI saya ditahun 2019. Mungkin teman-teman ngerasa ini tulisan telat terbit ya, karenakan biasanya resolusi itu ditulis atau dibuat diakhir tahun. 

Sesungguhnya resolusi saya ini sudah saya buat diakhir tahun 2018 kemarin, tapi baru bisa saya publish di bulan April 2019 ini. Karena tahun 2019 sudah berjalan hampir 4 bulan, maka saya buat judulnya 2019, Sudah dan Nanti artinya dalam tulisan ini ada yang sudah tercapai. Biar teman-teman nggak berlama-lama penasarannya langsung saja kita bahas satu per satu.

Guru adalah salah satu dari dua cita-cita saya sedari kecil, setiap kali ditanya kalau sudah besar mau jadi apa jawaban saya selalu jadi Guru atau jadi Pendeta.

Seperti yang (mungkin) teman-teman tahu sekarang profesi saya adalah guru, menjadi guru yang baik adalah resolusi utama saya. Semoga resolusi ini bisa tercapai ya.

 

Kota istimewa ini benar-benar istimewa sepertinya, kota ini adalah salah satu kota yang ingin sekali saya kunjungi. Prambanan dan Keratonnya yang membuat saya ingin sekali berkunjung kesana sungguh ini adalah resolusi ditahun lalu karena tak tercapai saya masukkan lagi di resolusi tahun ini. Semoga tahun ini bisa tercapai ya. 

Ini adalah resolusi yang sesungguhnya saya tak percaya bisa capai tapi ya gitulah kita harus punya target yang tinggi ya biar usahanya juga besar, dan saya tidak menyangka ternyata di bulan keempat ini sudah bisa nyicil rumah.

Punya kebiasaan hidup sehat menjadi resolusi saya terakhir. Hal ini menjadi resolusi ditahun ini karena saya punya ‘obesitas lokal’ sekitaran perut alias sayanya buncit. Diawal tahun saya mulai melakoni pola hidup sehat dimulai dari mengurangi memakan nasi dan berlari sejauh 3km setiap harinya, sayangnya kegiatan itu masih suka bolong-bolong.

Sesungguhnya saya bukanlah orang yang suka menulis. Dosen pembimbing saya pernah sampaikan satu pesan agar saya terus menulis apa pun kelak profesi saya.

Menurut beliau, selain nama hal yang akan dikenang orang lain dari kita adalah karya maka dari itu beliau menganjurkan saya untuk tetap menulis.

Beruntungnya saya dipertemukan mentor baik dan juga cantik yaitu Kakak (Nora) Anggraini Arda Sitepu yang tiap minggunya kasih saya bahan dan free Hosting selama setahun. Terimakasih Kaka

Semoga saja resolusi yang belum tercapai bisa saya capai sebelum akhir tahun 2019, jangan sampai resolusi tersebut menjadi resolusi tahun 2020. Kalau teman-teman ditahun 2019 ini mau ngelakuin apa? Berbagi bersama saya yok lewat komentar dan jangan lupa tulisan ini di share keteman yang lain. 🙂

Comments

    1. Post
      Author
  1. Sinthia Tarigan

    Kalau dilihat dari segi ceritanya yang simple dan tampilan yang menarik. Aku jadi malu karna belum seberapa dibandingkan dengan cerita bang Abet punya. Bulan depan kalau pertemuan lagi sudah bisa jadi mentor kedua setelah nora. Apalagi kalau nora repot karna Crisssan dan Kinata.
    Cocok kam rasa? Bungkus?
    Apalagi kalau bisa private.
    hehe

    1. Post
      Author
  2. Putrian Sitepu

    Makin waw aja ah blog si mas ini..
    Makin menarik..
    Doain supaya bisa sama yaw mas
    Semangat selalu, Tuhan memberkati

  3. Adhel Ginting

    Resolusi yang pertama keren bang abet.. be a good teacher.
    Semangat mengembangkan pengetahuan dan cita-cita yang mulia itu bang. Semangat membimbing anak-anak bangsa.
    God bless you

    1. Post
      Author
  4. Pingback: Cemilan Pilihan – CeritAbet

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *